Malam ini aku membuka gallery handphone adikku
yang baru pulang dari kampoeng inggris Pare-Kediri. Aku melihat beberapa gambar yang diambil dari
beberapa tempat yang sangat kukenal, beberapa persimpangan jalan yang sudah
menjadi akrab bagiku tujuh tahun silam.
Aku masih ingat semuanya, aku masih ingat saat
tawaku dan tawa mereka keluar menciptakan sebuah suara indah yang takkan pernah
bisa aku lupakan. Kebahagiaan dan kesedihan, senyum dan air mata, aku
mengukirnya indah dalam balutan kasih sayang dan kebersamaan.
Sejenak asaku melayang jauh, membayangkan jika
kami dipertemukan kembali dalam suatu acara reuni akbar. Mungkin tidak akan
semua dari kami yang datang meskipun rindu sudah sangat menggebu dan menyayat
kalbu. Tapi aku yakin, mereka yang datang akan mengembangkan senyuman
kebahagiaan dan akan merasakan suatu perasaan senang tiada tara. Dan pada saat itu, kami akan sama-sama kaget
melihat perubahan yang terjadi diantara kita. Yang dulunya masih lajang kini
sudah memiliki anak, yang dulunya masih SMA sekarang sudah kerja, yang dulunya
belum menikah sekarang sudah menggandeng tangan istri atau suaminya, dan aku
yang dulu masih SMP sekarang sudah kuliah.
Asaku terbang tinggi tanpa bisa kuhindari,
rindu yang kian melanda telah sampai di puncak yang tertinggi. Aku ingin
meluapkan rindu ini, tapi pada siapa?? Bahkan untuk menyapa mereka lewat sosial
media saja aku tak bisa. Kadang aku melakukannya, hanya say hallo pada mereka
yang berada di seberang sana dengan dunianya masing-masing, tapi tak ada
jawaban, yang kudapat hanya kekosongan. Sejak itulah aku tak lagi menyapa
mereka, aku pikir mereka benar benar sudah lupa dengan sosokku atau dengan yang
lainnya, mereka yang dengan gemas memanggilku tomboy, teletubbies, kecil, dan
lainnya, bahkan aku disebut sebagai fans Icha, salah satu teman kosku.
Tanpa kusadari ada sebuah message masuk dalam
inbox facebooku, dan ternyata dugaanku tentang mereka salah. Salah satu dari
mereka masih menghubungiku, salah satu dari mereka masih memanggilku dengan
sebutan yang sama dan menanyakan bagaimana kabar kamu?? Hanya tulisan
sederhana, tapi mampu membuatku tersenyum kembali. Setidaknya dari puluhan
orang yang kukenal, masih ada satu yang mengingatku dan masih memanggilku
dengan sebutan yang sama.
Terimakasih buat kakak yang masih mengingat
aku, mengingat kita, mengingat semua kenangan yang sudah pernah kita ciptakan
bersama.
Terimakasih karena kakak mau berbagi cerita
denganku tentang kenangan masa silam yang kupikir itu sangat membosankan
bagimu, tapi ternyata tidak. Justru kenangan itulah yang membuat kita bisa
tertawa kembali atau bahkan menangis bahagia, mengingat setiap detik waktu yang
kita habiskan bersama bagai sebuah keluarga, saling melindungi, mengasihi, dan
menyayangi.
Terimakasih Mahesa Institute, sudah mengajariku
banyak hal tentang arti sebuah kebersamaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar