Selasa, 17 Maret 2015

Long Distance Heart

Beginilah kisah Long Distance Heart!!
Pernah terpikir olehku ingin sekali seperti teman-temanku yang bisa jalan setiap hari minggu dengan pasangannya, traveling bersama, mengunjungi kota-kota tua bersama dan menghabiskan waktu seharian dengan bergandengan tangan. Tapi sebelum bayangan itu terlalu jauh, aku berusaha bangun dari illusi itu. Bahwa tidak ada siapa-siapa disini, tidak ada acara jalan-jalan setiap hari minggu, tidak ada traveling, tidak ada waktu untuk bersama dan tidak ada tangan yang akan digandeng. Aku sadar akan keterbatasan waktu, tempat, dan biaya yang membuat dia tidak bisa menemuiku sekarang atau bahkan sebaliknya.
Banyak orang bilang, pasangan long distance itu tidak akan bertahan tanpa adanya orang lain disamping kita. Tanda kutip selingkuh, ah kurasa tidak semua pasangan seperti itu. Banyak juga orang bilang pasangan long distance itu memiliki pola pacaran yang tidak sehat, ah tidak juga. Buktinya aku selalu mempertahankan supaya tidak terjadi pacaran (tanda kutip) yang tidak sehat.
Banyak sekali hal yang aku lakukan sendiri dengan tatapan nanar penuh harap seperti orang-orang disekitarku, seperti teman-temanku yang setiap hari cerita tentang orang yang dia sayang, tentang hal-hal menyenangkan yang mereka lewati bersama, tentang banyak hal yang hanya bisa aku dengar tanpa bisa kulakukan dengan orang yang menjadi pasanganku di kejauhan sana. Seringkali terpikir dalam benakku, enak kali ya kalau dia berada disini, didekatku setiap saat. Memberikan kasih sayang dan perhatian yang nyata, bukan hanya lewat bbm, sms, atau telephone. Tapi aku mencoba menepuk pipiku kembali, menyadarkanku dari illusiku bahwa itu hanya akan terjadi dalam dunia imajinasiku saja. Nyatanya adalah aku dan dia berada di tempat yang berbeda.
Hal lain yang membuatku menitikkan airmata semalaman adalah saat kita, yah kita... sudah berada dalam posisi tepat 1 tahunnya hubungan kita dan dia hanya mengatakan hari spesial kita itu lewat bbm, no sms, no telfon, no ketemu. Sakit?? Yah. Miris?? Yah. Tapi tidak ada hal yang bisa aku lakukan selain menutup mataku secara perlahan, membiarkan pipiku basah oleh  air mata dan ber-andai andai kembali untuk kesekian kalinya. Membayangkan hal-hal romantis bersamanya, candle light dinner, menghabiskan waktu esok hari bersama dengan saling menggenggam tangan, traveling ke tempat yang kita suka, menyanyikan lagu favorit kita bersama sambil duduk dipinggir danau yang indah, menyusuri pantai nan anggun. Arrgghh semua hayalan itu melayang layang indah dalam benakku, aku harus sadar!! Aku harus sadar!! Tak seharusnya aku meng-imajinasikan hal yang tidak akan mungkin terjadi. Itu sama saja aku menuntut dia untuk melakukan semua hal itu untukku, sedangkan aku tak ingin ada yang merasa dituntut disini, biarkan semuanya mengalir apa adanya dan sesuai dengan pemikiran masing-masing. Aku hanya cukup percaya bahwa cintaku belum kadaluarsa. Entah sampai kapan semua ini akan bertahan, aku hanya berusaha melakukan hal yang seharusnya aku lakukan. Mempertahankan dan bertahan dengan apa yang saat ini sedang kumiliki. Karena bagaimanapun juga apapun yang saat ini sedang kumiliki adalah anugrah dari Tuhan YME.

Bagaimanapun juga aku harus salut dengan perjuangannya yang ingin selalu membuatku tersenyum meskipun dia tidak dapat melihat senyumku. Tidak seharusnya aku memikirkan hal-hal yang tidak penting, karena tugasku sekarang adalah hanya menjalaninya. Itu saja J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar