Beginilah
kisah Long Distance Heart!!
Pernah
terpikir olehku ingin sekali seperti teman-temanku yang bisa jalan setiap hari
minggu dengan pasangannya, traveling bersama, mengunjungi kota-kota tua bersama
dan menghabiskan waktu seharian dengan bergandengan tangan. Tapi sebelum
bayangan itu terlalu jauh, aku berusaha bangun dari illusi itu. Bahwa tidak ada
siapa-siapa disini, tidak ada acara jalan-jalan setiap hari minggu, tidak ada
traveling, tidak ada waktu untuk bersama dan tidak ada tangan yang akan
digandeng. Aku sadar akan keterbatasan waktu, tempat, dan biaya yang membuat
dia tidak bisa menemuiku sekarang atau bahkan sebaliknya.
Banyak
orang bilang, pasangan long distance itu tidak akan bertahan tanpa adanya orang
lain disamping kita. Tanda kutip selingkuh, ah kurasa tidak semua pasangan
seperti itu. Banyak juga orang bilang pasangan long distance itu memiliki pola
pacaran yang tidak sehat, ah tidak juga. Buktinya aku selalu mempertahankan
supaya tidak terjadi pacaran (tanda kutip) yang tidak sehat.
Banyak
sekali hal yang aku lakukan sendiri dengan tatapan nanar penuh harap seperti
orang-orang disekitarku, seperti teman-temanku yang setiap hari cerita tentang
orang yang dia sayang, tentang hal-hal menyenangkan yang mereka lewati bersama,
tentang banyak hal yang hanya bisa aku dengar tanpa bisa kulakukan dengan orang
yang menjadi pasanganku di kejauhan sana. Seringkali terpikir dalam benakku, enak
kali ya kalau dia berada disini, didekatku setiap saat. Memberikan kasih sayang
dan perhatian yang nyata, bukan hanya lewat bbm, sms, atau telephone. Tapi aku
mencoba menepuk pipiku kembali, menyadarkanku dari illusiku bahwa itu hanya
akan terjadi dalam dunia imajinasiku saja. Nyatanya adalah aku dan dia berada
di tempat yang berbeda.
Hal
lain yang membuatku menitikkan airmata semalaman adalah saat kita, yah kita...
sudah berada dalam posisi tepat 1 tahunnya hubungan kita dan dia hanya
mengatakan hari spesial kita itu lewat bbm, no sms, no telfon, no ketemu. Sakit??
Yah. Miris?? Yah. Tapi tidak ada hal yang bisa aku lakukan selain menutup
mataku secara perlahan, membiarkan pipiku basah oleh air mata dan ber-andai andai kembali untuk
kesekian kalinya. Membayangkan hal-hal romantis bersamanya, candle light
dinner, menghabiskan waktu esok hari bersama dengan saling menggenggam tangan,
traveling ke tempat yang kita suka, menyanyikan lagu favorit kita bersama
sambil duduk dipinggir danau yang indah, menyusuri pantai nan anggun. Arrgghh
semua hayalan itu melayang layang indah dalam benakku, aku harus sadar!! Aku harus
sadar!! Tak seharusnya aku meng-imajinasikan hal yang tidak akan mungkin
terjadi. Itu sama saja aku menuntut dia untuk melakukan semua hal itu untukku,
sedangkan aku tak ingin ada yang merasa dituntut disini, biarkan semuanya
mengalir apa adanya dan sesuai dengan pemikiran masing-masing. Aku hanya cukup
percaya bahwa cintaku belum kadaluarsa. Entah sampai kapan semua ini akan
bertahan, aku hanya berusaha melakukan hal yang seharusnya aku lakukan. Mempertahankan
dan bertahan dengan apa yang saat ini sedang kumiliki. Karena bagaimanapun juga
apapun yang saat ini sedang kumiliki adalah anugrah dari Tuhan YME.
Bagaimanapun
juga aku harus salut dengan perjuangannya yang ingin selalu membuatku tersenyum
meskipun dia tidak dapat melihat senyumku. Tidak seharusnya aku memikirkan
hal-hal yang tidak penting, karena tugasku sekarang adalah hanya menjalaninya. Itu
saja J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar