Sabtu, 28 Februari 2015

Cinta Datang Terlambat

“Jangan pernah mengambilnya kembali ketika dia sudah berada dalam genggamanku” wanita itu memandangku dengan sinis.

“Aku tidak akan mengambilnya kembali dari genggamanmu, tapi aku mohon ijinkan aku menatap matanya sekali ini saja -__-“ kataku dengan mata berkaca kaca.


“Tidak, karena tatapan itu akan meluluh lantakkan semuanya. Tatapan itu akan membuatmu dan dia kembali dalam suatu peraduan yang sama. Dan aku tidak menyukai keadaan itu” wanita itu mulai marah dengan emosinya yang tinggi.


“Baiklah, mungkin ini memang salahku. Meninggalkannya dalam keterpurukan, dengan keegoisanku sendiri aku menyuruhnya pergi dengan perlahan. Dan kini aku ingin dia kembali menatap mataku, aku tau itu adalah suatu hal yang tak mungkin bisa terjadi, tapi apa aku salah jika aku menginginkan itu terulang kembali??” aku tetap memaksa supaya dia mengijinkan aku kembali menatap laki laki itu.


“Jelas salah besar, kamu adalah orang ter-munafik yang pernah aku temui. Membuat orang yang dulu pernah mencintaimu terluka hingga ia pergi meninggalkanmu dan sekarang dengan mudahnya kau menginginkan dia kembali tanpa mempertimbangkan betapa sakitnya dia dulu?? Fuck!!” Wanita itu..... ingin menamparku. Hanya saja aku segera menhindar, sehingga ia segera menurunkan tangannya yang mulai mengayun di udara.


“Mungkin memang benar katamu, aku menyuruhnya kembali dengan caraku sendiri, dan semauku saja” aku mulai menyadari apa yang sebenarnya terjadi, dan tanpa terasa setitik embun telah keluar dari kedua sudut mataku.


“Baiklah, aku akan coba melupakannya, pergi sejauh mungkin untuk menghindari tatapan matanya dan genggaman tangannya. :’( “


“Percuma, pergi sejauh apapun dirimu, kau tidak akan pernah bisa melupakannya. Karena yang sesungguhnya harus pergi itu bukan ragamu tapi hatimu. Biarkan aku bahagiakan dia disini, dengan caraku dan caranya, biarkan dia bahagia denganku dan menatap masa depan yang jauh lebih indah.” Wanita itu tetap ngotot melarangku dan ingin membahagiakan laki laki yang dulu sempat menjadi lelakiku.


Lantas aku bisa apa?? Ini adalah kesalahan terbesar dalam hidupku yang tak kan pernah bisa ku maavkan sampai kapanpun. Aku hanya bisa bilang........
“Baiklah, aku minta maav. permisi :’( “ dan aku berbalik, mencoba melangkahkan kakiku untuk pergi sejauh mungkin dari tempat itu.

================
Fiuh, percakapan itu masih terus teringat dalam benakku. Wanita itu... mungkin dia sudah membuatnya bahagia, andai saja semuanya belum terlambat. Andai lebih dulu kusadari dengan menurunkan egoku bahwa aku mencintainya. Mungkin saat ini aku sudah berada di sampingnya , menemani setiap jengkal langkah kehidupannya dengan cinta yang menggelora. Hmm... sudahlah, ini bukan saatnya aku terus terusan mengingat masa masa itu lagi.


*SKIP*


“Sayang, kamu sudah siap?? Kita jadi berangkat sekarang??” seorang laki laki muncul dari balik punggungku, mengagetkanku lalu berkata lagi “kamu nulis apa sayang??”


Yah.. dari tadi aku memang sedang asyik memelototi layar laptopku menulis cerita itu. Cerita tentang CINTA DATANG TERLAMBAT. Cinta di masa laluku, Segera ku tutup laptopku dan pergi bersamanya, Arfa. Orang yang sudah 2 tahun belakangan ini menemani prjalanan hidupku. thanks a lot for sayangku Arfa :*

“Ah.. tidak kok. Aku sudah siap. Ayo kita berangkat”  :)

Ini lah hidupku yang baru, yang penuh warna. Dan laki laki itu..... akan jadi kenangan terindah dalam memory kehidupanku. Bebh*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar