Rabu, 25 Februari 2015

Tragedi Kematian Ayam Bibiku!!



Siang itu aku bersama bibiku sedang menengok ayam ayam bibiku di kandangnyay, kata bibiku sih ayam-ayamnya sudah mulai bertelur. Jujur aku sangat menikmati moment-moment ini, menjadi dokter bersalin spesialis ayam seharian, membantu ayam ayam itu melahirkan, melihat langsung telur telur itu terlahir dari rahim induknya. Aku melihat ayam ayam itu satu persatu sambil berkata ‘kini kau telah menjadi seorang ibu, maka jadilah ibu yang baik buat anak anakmu kelak’ dan aku dengar ayam ayam itu hanya berkokok kegirangan saat melihat telur telurnya terlahir selamat tanpa ada yang pecah. Tapi di tengah tengah kesibukanku dalam membantu persalinan sekaligus memunguti telur telur ayam itu aku melihat sesosok ayam di pojokan kandang yang sama sekali tidak bergerak, apalagi berkokok seperti ayam ayam yang lain, ku juga tidak melihat sebutir telur di sebelahnya. Hal ini membuatku berfikir, apa jangan jangan ayam itu lagi galau?? ah masak ayam pakek galau segala sih?? tapi ia hanya diam saja. Atau mungkin ia sedang bersedih gara gara hanya dia yang gagal menjadi ibu ?? Oh yah, mungkin itu adalah alasan yang kurang lebih tepat!! Diam diam aku mendekatinya dan dengan lembut kucoba elus-elus kepalanya. Ia masih diam dalam posisi membelakangiku, tapi tunggu…. Badannya kaku. Apa dia kedinginan ? ah kurasa tidak, tempat ini kalau malam kan sangat hangat. Aku coba memegang ayam galau itu sambil mengangkat badannya, tapi.... tidak bisa. Seperti ada yang nyangkutt, dan.. Oomegaad !! ayam ini kaku karena ia telah tewass. Lantas kapan ia tewas?? mengapa ia tewas?? dan bagaimana kronologisnya hewan tak berdosa ini bisa menjemput ajalnya secepat itu ?? aku mulai mencari-cari barang bukti yang bisa aku jadikan alat untuk laporan kepada bibiku kenapa ayam ini bisa menemui ajalnya di usia muda. Dan setelah beberapa menit aku mencari sebab musababnya, alhasil kini aku menemukan jawabannya. Ayam ini tewas karena kepalanya terjepit sela sela kandang kayunya sendiri, mungkin kejadiannya adalah tadi malam saat aku, bibi, dan ayam ayam yang lain sedang tydur nyenyak. Entah apa yang dia lakukan saat malam hari ketika semua ayam sedang tydur. Kemungkinan ia sudah berteriak teriak minta tolong pada ayam ayam yang lain, tapi sayangnya ayam ayam yang lain tak mendengar teriakannya. Dan akhirnya … ia tewas dengan tragis. Kepalanya terjepit dan mulutnya terbuka lebar, matanya pun susah untuk di katupkan. R.I.P Oh.. ayam semoga kau tenang di alam sana.. kami semua akan selalu mengirimkan doa padamu bergantian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar