Siang itu aku bersama bibiku sedang menengok ayam ayam
bibiku di kandangnyay, kata bibiku sih ayam-ayamnya sudah mulai bertelur. Jujur aku sangat menikmati moment-moment ini, menjadi dokter bersalin spesialis ayam seharian, membantu ayam ayam itu melahirkan, melihat
langsung telur telur itu terlahir dari rahim induknya. Aku melihat ayam ayam itu satu
persatu sambil berkata ‘kini kau telah menjadi seorang ibu, maka jadilah ibu
yang baik buat anak anakmu kelak’ dan aku dengar ayam ayam itu hanya berkokok
kegirangan saat melihat telur telurnya terlahir selamat tanpa ada yang pecah.
Tapi di tengah tengah kesibukanku dalam membantu persalinan sekaligus memunguti telur telur ayam itu aku
melihat sesosok ayam di pojokan kandang yang sama sekali tidak bergerak, apalagi berkokok seperti ayam ayam yang lain, ku juga tidak melihat
sebutir telur di sebelahnya. Hal ini membuatku berfikir, apa jangan jangan ayam itu lagi galau?? ah masak ayam pakek galau segala sih?? tapi ia hanya diam saja. Atau mungkin ia sedang bersedih gara gara hanya dia yang gagal menjadi ibu ?? Oh yah, mungkin itu adalah alasan yang kurang lebih tepat!! Diam diam aku
mendekatinya dan dengan lembut kucoba elus-elus kepalanya. Ia masih diam dalam posisi
membelakangiku, tapi tunggu…. Badannya kaku. Apa dia kedinginan ? ah kurasa
tidak, tempat ini kalau malam kan sangat hangat. Aku coba memegang ayam galau
itu sambil mengangkat badannya, tapi.... tidak bisa. Seperti ada yang nyangkutt, dan..
Oomegaad !! ayam ini kaku karena ia telah tewass. Lantas kapan ia
tewas?? mengapa ia tewas?? dan bagaimana kronologisnya
hewan tak berdosa ini bisa menjemput ajalnya secepat itu ?? aku mulai
mencari-cari barang bukti yang bisa aku jadikan alat untuk laporan kepada
bibiku kenapa ayam ini bisa menemui ajalnya di usia muda. Dan setelah beberapa
menit aku mencari sebab musababnya, alhasil kini aku menemukan jawabannya. Ayam ini tewas karena
kepalanya terjepit sela sela kandang kayunya sendiri, mungkin kejadiannya
adalah tadi malam saat aku, bibi, dan ayam ayam yang lain sedang tydur nyenyak.
Entah apa yang dia lakukan saat malam hari ketika semua ayam sedang tydur. Kemungkinan
ia sudah berteriak teriak minta tolong pada ayam ayam yang lain, tapi sayangnya
ayam ayam yang lain tak mendengar teriakannya. Dan akhirnya … ia tewas
dengan tragis. Kepalanya terjepit dan mulutnya terbuka lebar, matanya pun susah
untuk di katupkan. R.I.P Oh.. ayam semoga kau tenang di alam sana.. kami semua
akan selalu mengirimkan doa padamu bergantian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar