Tidak butuh kata-kata yang terlalu muluk untuk menorehkan segala yang terekam di benakku. Aku hanya butuh kata kata sederhana yang lebih mudah untuk di fahami.
Malam itu aku berusaha menulis ulang kejadian tempo hari yang membuat dadaku sesak. Lagu itu ... yah lagu itu, A Thousand Years-Christina Perry yang dulu sangat aku sukai kini berubah menjadi lagu yg selalu mengundang kemurunganku. Entah dimana letak kesalahannya, yang pasti aku enggan mendengar ataupun membaca lirik lagu itu lagi. Yang aku ingat setahun yg lalu sesosok malaikat tuhan yang sempurna menyanyikan lagu itu untukku.
"Darling don't be afraid i have loved you for a thousand years, i love for a thousand more...." dan senyumnya mengembang menciptakan suatu keindahan tiada tara sore itu.
"kenapa harus lagu itu?" tanyaku polos.
"Karena aku akan mencintaimu lebih lama lagi-semakin lama lagi-dan terus selamanya hingga ribuan tahun berlalu" nada suaranya di buat buat sambil mengedipkan sebelah matanya ke arahku.
"lebay ah" aku hanya bisa tersipu oleh kata katanya. Perempuan mana di dunia ini yg tidak suka di puji oleh orang yg sangat di cintainya ??
"hehe. Entah sampai kapan aku akan terus mencintaimu" kini kata-katanya lebih serius, dan kemudian ia diam ... akupun ikut terdiam dalam pelukannya yg hangat. Hmm rasanya aku ingin terus spt. ini.
===========
ahh .. aku mulai sadar kembali, itu hanya kenangan Zafara. Lebih baik tidak kau ingat lagi. Percuma, toh malaikatmu sudah pergi. Benar kata nuraniku, toh dia juga sudah pergi. Aku berusaha untuk tidak mengingatnya kembali, tapi sayangnya aku tak mampu melawan ingatanku yg masih terlalu kuat untuk mengingat parasnya yg rupawan.
"Apa kita akan terus seperti ini ??" tanyaku perlahan sembari bangkit dari pelukannya.
"entahlah, selama perasaan itu ada aku berjanji akan terus mencintaimu" pandangannya lurus ke depan. dan aku membenci pandangan itu.
"kalau perasaan itu sudah tidak ada lagi ??" aku berusaha menyembunyikan mataku yg milai berkaca kaca. Sayangnya ia tidak menjawab pertanyaanku dan kembali merangkul pundakku.
===============
ahh aku kembali mengingat memory itu, dan aku yakin itu kulakukan tanpa sengaja.
tapi setelah ku ingat-ingat kembali, sepertinya ada yg janggal dengan kata kata terakhir lelakiku waktu itu.
aku ingat sekarang, dia tidak memberiku jawaban kala itu, karena ia sengaja mau memberikan jawabannya sekarang. Yah dan aku mengerti, kalau kita tidak akan terus bersama. dan perasaannya mulai hilang kala itu. Ohh god!! kenapa aku baru bisa mencerna perkataan itu sekarang ??
aku jd ingat saat dia meninggalkanku dalam ketepurukan.
"jadi kamu telah jatuh cinta lagi ??" tanyaku pasrah
"maav kan aku Zar"
"seharusnya kamu tidak perlu meminta maav padaku, karena apapun yg terjadi aku tidak akan pernah memaavkanmu"
"tapi zar ..."
"aku baru akan memaavkanmu jika aku sendiri sudah bisa melupakanmu" itulah kata terakhirku yg aku ucapkan sebelum aku pergi meninggalkan pedihnya keadaan sore itu. cintaku di hianati oleh lelaki yg aku anggap malaikat, aku hampir tidak percaya ia bilang ia tlah jatuh cinta lagi dengan wanita lain. Naas sekali nasibku!!
================
Huhh terngiang kembali peristiwa setahun yg lalu. Dan sampai saat ini pun aku belum bisa memaavkannya, yah kau tau itu kawan!! itu artinya aku belum bisa melupakannya, dan kenyataannya memang begitu. Aku masih menyimpan cinta itu di dasar hatiku, masih sering nge-stalk twitternya, masih diam diam menyimpan fotonya, dan masih sering datang ke tempat favorit kita (dulu...). Danau!!
Yahh meskipun aku sudah cukup sadar kalau saat ini ia sedang menggandeng tangan wanita lain di sebrang danau itu, sembari tersenyum menatap ke arahku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar