BRAKK!! ... DUARR ... aku melihat di depan mataku langsung
kecelakann truk pagi itu yang menewaskan 3 orang di tempat. mereka adalah pengendara
truk yg bermuatan tangki besar. Jantungku berdegup kencang, badanku membeku,
dan keringat dingin membasahi tengkuk ku. Baru kali ini aku melihat langsung adegan
kecelakaan maut seperti ini, Jaraknya memang tidak begitu jauh dariku. Untung
saja mamaku tadi langsung menyeretku menjauh ketika melihat akan ada bahaya yg menghampiriku
dari ledakan truk itu. aku segera mundur tapi mataku tetap terpaku pada mayat-mayat
berlumur darah yang ada di hadapanku. tak ada orang yg berani mendekat selama
beberapa saat hingga akhirnya sebuah suara memecahkan keheningan pagi itu , "Kita
harus menolong mereka!!" suara lantang seorang lelaki paruh baya dengan
jari telunjuk tepat menunjuk pada mayat mayat penuh darah itu. Tapi tak ada 1
orang pun yang menyahut, apalagi menolong. siapa yg mau bergelut dengan kobaran
api dalam keadaan seperti ini ?? aku sendiripun enggan, kecuali orang yg tidak
sayang pada nyawanya sendiri. Lelaki paruh baya itupun diam kembali, mungkin ia
urungkan niatnya tadi sambil menunggu pemadam kebakaran datang. Suara desas
desus masyarakat pun kian membabi buta, ini lah saat-saat yg aku benci. Membicarakan
orang yang sudah meninggal!! Karena jika aku ikut membicarakannya, aku selalu
merasa mereka kian mengawasiku. Bahkan tadi aku sempat melihat nyawa-nyawa itu
terangkat keatas dengan wajah sedih dan penuh penyesalan. Iyahh ... nyawa nyawa
korban kecelakaan itu. Entah sejak kapan aku memiliki kemampuan seperti ini,
yang aku tau dulu sewaktu kecil aku tidak pernah merasa bisa melihat arwah
orang yg telah mati. Bahkan sekarang aku juga bisa melihat qorin dan kodam yang
mengikuti mereka. ahh kadang aku lelah selalu merasa di perhatikan.
Beberapa menit kemudian pemadam kebakaranpun datang dan
habis melahap api dengan air nya. sepertinya aku ingin muntah melihat darah
yang bercecer dicampur dengan air sehingga menghasilkan warna merah yang encer
dan bau amis yang menyengat. lebih baik aku pergi saja. aku meninggalkan tempat
itu bersama mamaku dan pulang ke rumah dengan mual mual luar biasa.
===============
"kasian ya orang tadi langsung mati di tempat" ucap
mamaku.
"sebenarnya mereka tidak langsung mati, ma. selang
beberapa menit kemudian nyawa mereka baru melayang" jelasku.
"haha tau
darimana kamu Sevilen??" mamaku mengejek tidak percaya. tapi aku tidak
diam. aku melakukan perlawanan,
"aku melihatnya sendiri malaikat kematian telah melayangkan
nyawa mereka".
sayangnya mamaku masih tidak percaya dan terus tertawa
hingga beberapa detik kemudian ia terdiam dan bertanya padaku dengan sorot mata
menyelidik, "sejak kapan kamu memiliki keahlian bisa melihat malaikat kematian??"
dan aku hanya bisa menjawab, "aku tak tau" hening ....... aku
penasaran mengapa mamaku bertanya seperti itu, apa mamaku tau sesuatu ??
===============
Hari ini mama sengaja mengajakku pergi melayat temannya yg
sudah meninggal katanya mama ingin tau apa arwah temannya itu masih berkeliaran
d rumahnya atau sudah benar benar pergi. dan aku meng-iyakannya saja, toh aku juga
sudah terbiasa dg kehadiran arwah.
"apa dari luar sini sudah kelihatan ?? " Tanya mama
setengah berbisik.
"belum mah. tapi ... " setelah ku langkahkan kakiku
aku mencium bau busuk, sangat busuk.
"cihh bau apa ini?? busuk kali. rasanya aku ingin
muntahh"
"huss jg muntah disini.. hormati yg mati. ayo kita
masuk"
"ya tuhann ..... "
"ada apa lagi ?? "
"ma wajah arwah itu sangat buruk, wajahnya membusuk dengan
darah dan nanah, cihh baunya sungguh tak sedap. aku sudah tidak kuat lagi ma,
aku tunggu di luar saja" aku tidak menunggu jawaban dari mama karena sudah
tidak tahan lagi dan langsung keluar begitu saja. 20 menit telah berlalu, mama
sudah keluar dari rumah itu. Tapi sekarang mama tidak bicara apa apa lagi dan
langsung mengajakku pulang begitu saja.akupun tidak menaruh curiga apa apa pada
mama. Toh mama juga tidak melakukan hal yang membuatku curiga pagi ini.
===================
"kamu benar benar tidak tau kapan pertama kali kamu
bisa melihat arwah??" mama bertanya padaku dengan dingin setelah kami
sampai rumah.
"tidak" jawabku seadanya.
"kegelapan telah kembali" kata mama datar, tapi
aku masih terlalu tidak mengerti dengan ucapan mama barusan "maksud mama
??"
"ah tidak apa apa. Lupakan!!" mama tersenyum
hambar.
"ma katakan padaku apa yg sedang mama sembunyikan??"
"tidak ada,
sudah jangan bertanya lagi"
"aku ini
sudah dewasa ma!! Aku berhak tau apa yang mama sembunyikan dariku" aku
mulai ngotot karena sepertinya mama masih berusaha untuk menyembunyikan
sesuatu, entah apa itu. Anehnya mama tidak langsung menjawab pertanyaanku dan
malah balik bertanya.
"apa kamu
sudah cukup dewasa untuk mendengarkan siapa dirimu sebenarnya ??" mama
membentak kasar. Aku terkaget, baru kali ini mama membentakku. Mama kini bukan
mama seperti biasanya, mama yang aku kenal adalah mama yang lembut dan
perkatannya selalu halus.
"siapa
diriku sebenarnya?? A...apa maksud mama ?? "
“Baiklah jika
kamu memaksa, mungkin ini adalah saat yang tepat untuk memberitahu siapa dirimu
sebenarnya Sevilen Zavara. Sebenarnya … sebenarnya kau adalah keturunan dari
iblis lingkaran ketiga……keturunan dari Lucifer penguasa tertinggi penghuni
neraka”
Apa ?? Aku
tercengang, kaget dan hampir tidak percaya dengan apa yang aku dengar barusan.
Ibliss?? Lucifer ?? Tidak itu tidak mungkin. Sayangnya saat ini bibirku
benar-benar kaku sehingga tak mampu untuk berbicara sepatah katapun. Aku hanya
sedikit menggerakkan bibirku membentuk huruf O, yah.. layaknya orang kaget pada
umumnya.
“Kamu tidak perlu
kaget Sevilen, dan tidak perlu bertanya Tanya apa yang kau dengar barusan benar
atau salah!! karena mama kira telingamu masih cukup baik untuk mendengar ucapan
mama barusan »
Mama seperi
menudingku begitu saja. Aku mulai merasa ketakutan dengan setiap kata yang
keluar dari bibir mama. Sesungguhnya aku belum sepenuhnya mengerti dengan
perkataan mama.
« Mana mungkin aku keturunan iblis sedangkan mama
seorang manusia ?? » tanyaku dalam hati. Tapi kemudian mama
melanjutkan ucapannya lagi hingga membuyarkan lamunanku
» Dan berhenti berpura-pura tidak menerima kenyataan ini
Sevilen. kamu adalah keturunan dari iblis lingkaran ketiga !! Kau tau ? sebenarnya di dunia ini ada
9 lingkarang iblis, dan penguasa lingkaran ketiga itu adalah ….. Garendra, atau
nama sucinya adalah Arakiel. Ayahmu”.
Baru kali ini aku
bisa mengeluarkan suaraku “aku tidak tau harus percaya atau tidak, ini terlalu
tidak masuk akal dan mengada-ngada. Sesosok iblis memiliki anak seorang
manusia?. Dan jika aku keturunan iblis mengapa aku tinggal di bumi bersama mama
yang juga seorang manusia” tanpa terasa ada sesuatu yang keluar dari kedua
sudut mataku, dan kini telah jatuh di pipiku. Yah.. aku menangis. Tidak bisa
terima atas apa yang telah di tuduhkan oleh mama. Dengan perasaan enggan akhirnya
mama mau menceritakan secara detail tentang perwujudanku.
“Dulu….. ada seorang malaikat surga yang melakukan suatu
kesalahan, ia bernama Sevilen Key Kerensha. Para malaikat memanggilnya keren,
wanita itu adalah penghulu malaikat surga. Salah satu dari saudara Gabriel”,
sampai disini mama tidak meneruskan ceritanya ia diam beberapa saat untuk
menarik nafas yang dalam. Akupun tak berani berbicara apa-apa kecuali hanya menunggu
mama melanjutkan ceritanya kembali sambil ku tatap matanya baik-baik, alih alih
ia berbohong atau hanya memberiku kejutan di hari helloween yang tinggal
beberapa hari lagi.
“kau tau siapa Malaikat
Gabriel, Sevilen??”
“Malaikat
Gabriel?? Iyah aku tau. Bukankah dia adalah malaikat yang membawa wahyu
kepada Bunda Maria bahwa ia akan memiliki seorang anak yaitu Yesus??”
“Benar sekali Sevilen, dan Gabriel adalah salah satu saudara
dari Keren”
“Keren itu siapa??”
“Sevilen. Keren itu…. Keren itu adalah ibumu!! Suatu malam
saat Keren ibumu di tugaskan untuk membumi hanguskan kegelapan di bumi, ia
telah berhasil di kelabuhi oleh Garendra. Seorang ibliss neraka dari lingkaran
ke 3 diseluruh jagad raya ini. Ibumu dibawa ke neraka dan di paksa untuk
menikah dengannya……”
Lagi-lagi mama terdiam seperti terlalu berat untuk
menceritakan semunya, aku semakin penasaran dengan cerita mama meski hatiku
sangat sakit menerima kenyataan yang bahkan aku sendiri tak mempercayainya.
Beberapa saat kutunggu mama tak kunjung bicara lagi, akhirnya aku mulai balik
bertanya.
“Ma, jika Keren adalah malaikat surga, mengapa ia tak bisa
memberontak dan melapor ke surga bahwa neraka telah melakukan kecurangan dengan
menculik salah satu malaikatnya??”
“Kamu tidak mengerti Sevilen!!” mama membentakku lagi yang
membuatku kaget, tapi kemudian ia meneruskan ceritanya. “Keren itu berbeda. Dia
malaikat yang lebih menyerupai manusia dari pada malaikat-malaikat yang lain.
Dia tidak sekuat saudara saudaranya hingga Garendra berhasil mencurinya ketika
ia lengah dengan dirinya sendiri. Ini adalah suatu kesalahan besar, seorang
penghulu malaikat surga menikah dengan seorang Iblis lingkaran ketiga yang
kejam di neraka, bahkan Lucifer sendiri yang telah menikahkan Keren dan
Garendra. Hingga suatu hari Keren hamil mengandung kau Sevilen. Tidak pernah
ada cinta di hatinya kecuali hanya sebuah kebencian, hingga tiba saatnya kau terlahir
di neraka. Tapi iblis menolak kelahiranmu, iblis menolak kelahiran bayi seorang
malaikat meski ia telah dinikahi oleh iblis neraka sendiri. Itu adalah alasan
terkuat mengapa kau di buang ke Bumi”
“Apa?? Aku di buang?? Apa tidak cukup membuatku menderita
dengan kelahiranku di tengah tengah neraka?? Padahal sebenarnya aku adalah putri
malaikat” aku mulai marah dan tidak bisa mnegontrol emosiku. Aku muak dengan
cerita ini aku muakk!!
“Tenang Sevilen, tenang.. jika kamu tetap tinggal di neraka
mungkin kamu tidak akan pernah selamat sedangkan surga sendri tidak menerima
iblis untuk masuk kesana. Kau ini bukan malaikat, juga bukan iblis. Dan kau
tidak bisa di golongkan dengan manusia”
Aku hanya diam, dan berbisik “Aku bukan Iblis…”
“Memang, tapi kau adalah keturunan Iblis, dan sekarang
adalah saatnya”
“Saatnya?? Saatnya untuk apalagi ma?? Apa ada hal yang lebih
buruk dari mengetahui bahwa aku adalah keturunan Iblis??”
“Saatnya kegelapan mengambilmu kembali, Lucifer pernah
meminta pada Garendra jika suatu petunjuk neraka telah tumbuh dalam dirimu
tanpa kau sadari, itulah saatnya kegelapan mengambilmu kembali. Dan tidak akan
lama lagi mantan malaikat surga itu akan kembali ke dunia untuk menjemputmu ke
neraka. Dan petunjuk itu telah terlihat dalam dirimu, kamu bisa melihat
malaikat kematian menjemput arwah arwah yang tepat”
“Sebentar, mantan malaikat surga? Maksudnya??”
“oh.. aku melupakan sesuatu, Garendra ayahmu, dulunya adalah
seorang malaikat surga. Namanya dulu adalah Arakiel, tapi karena dia telah
berani membangkang perintah surga, sama seperti Lucifer dulu. Akhirnya surga
pun enggan menerimanya kembali dan melempar Garendra ke neraka. Penghulu
malakat Michael sendiri yang telah melemparnya”
“Aku tidak mau ke neraka. Aku tidak mau, katakan bahwa semua
itu adalah kebohongan yang besar”
“Tidak Sevilen, tidak ada kebohongan disini”
“Lalu mengapa kau disini sebagai mamaku??”
“Aku….. sebenarnya aku adalah pemuja sekte aliran sesat yang
di tugaskan langsung oleh kegelapan untuk menjagamu, tugasku untuk menghasut
dan membunuh manusia telah usia dan digantikan dengan merawat dan menjagamu
sebagai anakku”
“Apah?? Pemuja sekte
sesat?? Maksudmu, bersukutu dengan iblis??” rasanya aku tidak mampu lagi untuk
berbicara, isak tangis ini semakin kencang. Tapi aku tetap berusaha untuk melanjutkan
kalimatku. Aku ingin mengetahui semuanya.. yah semuanya tentang diriku dan tentang siapa mamaku ini sebenarnya!!
“Jadi….mama
adalah iblis!! sama seperti mereka !!” aku bergumam pelan, tapi sayangnya
mama mendengar ucapanku sehingga membuatnya tampak marah.
“tutup mulutmu Sevilen, aku bukan Iblis. Aku hanya pemuja iblis”
“lalu apa bedanya
kau dengan iblis?? Kau telah menyembunyikan kebenaran ini selama belasan
tahun dariku”
“Sevilen, seharusnya kau senang karena kau akan bertemu
dengan orang tua kandungmu sebentar lagi, Kerensha dan Garendra. Mereka telah
menunggumu untuk kembali ke neraka hahahaha”
Tawa itu… tawa itu seperti mengejekku, mama yang dulu aku
kenal sangat ramah, baik, dan sayang padaku ternyata tidak lebih dari kawanan
iblis yang sesat. Mamaku yang selama ini ku puja ternyata seorang manusia yang
keji. Aku tau waktuku di bumi ini mungkin tidak akan lama lagi, pasti aku akan
segera di jemput untuk kembali ke neraka. Lalu apa yang harus aku lakukan??
Bahkan untuk membayangkan rupa neraka saja aku tak berani. Pasti banyak manusia
manusia menjijikkan dengan segala hukumannya disana. Entahlah.. aku capek, aku merasa dadaku sangat
sesak, dan pandanganku mengabur. Gelap…
==================
Pagi ini aku
tidak melihat mama di rumah semenjak aku terbangun dengan kondisi mata yang
masih sembab, mungkin setelah aku mengetahui semuanya ia merasa sudah tidak
punya tanggung jawab lagi untuk memasakkan aku lalu pergi begitu saja. Oh Shit !!
“Hmm.. sepertinya
aku harus masak sendiri pagi ini, meski sesungguhnya perut ku tidak begitu
lapar” aku mengoceh sendiri.
Tapi sebelum aku mengambil alat memasak, mama datang dengan
membawa junk food.
“makan ini saja, tidak perlu masak. Aku juga sudah malas
masak” ucap mama sambil menyodorkan makanan siap saji padaku, Aku tidak banyak
berbicara dan langsung mengambil makanan dan minuman yang dibawa oleh mama dan
segera berlalu dari situ.
“Tunggu!!” panggil mama, yang membuatku langkahku berhenti
dan menoleh kebelakang.
“Tadi pagi
sebelum kau terbangun, aku melihat tanda tanda itu….”
Tanda tanda?? Ah pasti tanda tanda kegelapan itu, aku hanya
diam saja. Sengaja memberi mama waktu untuk melanjutkan ucapannya.
“Tanda tanda datangnya kegelapan, asap hitam mengepul di
sekitar rumah ini dan…. Ada sedikit bekas terbakar di tembok luar kamarmu”
Aku tetap diam dan berlalu begitu saja, malas untuk mendengarkan
cerita yang tidak begitu menarik. Karena aku sendiri juga sudah tau pasti aku
akan segera dibawa ke neraka.
Hari ini aku sengaja hanya membaringkan badan di atas kasur,
berharap fikiranku sedikit lebih tenang setelah aku mengetahui jati diriku sebenarnya,
aku kira penglihatanku yang begitu peka dengan arwah arwah itu tidak membawa
masalah yang sebesar ini. Ternyata aku salah, justru ini adalah masalah besar.
Aku… keturunan iblis dari lingkaran ke tiga. Oh kalimat itu masih terus
terngiang di kepalaku.
===================
Wussshhh…Wushh…… ctarrr….
“Ada apa ini” aku segera berlari keluar rumah melihat
sekelilingku apa yang telah terjadi. Aku merasa ada angin begitu kencang,
sangat kencang berhembus kea rah rumahku. Bahkan angin ini bisa disebut dahsyat
serta bunyi petir bersahutan. Ada apa ini Tuhan?? Mengapa asap hitam mengepul
di depan rumahku?? Dan…. Mana mama?? Tak lama kemudian mama muncul dibalik
punggungku dengan senyum begitu tenangny. Ada apa ini?? mengapa mama bisa setenang itu dalam keadaan seperti ini??
“Kegelapan telah datang, kekuatannya begitu dahsyat.
Berpeganglah Sevilen kalau kau tidak mau terpental kemana-mana”
“Apa secepat itu??” kataku lirih, bahkan nyaris tak
terdengar, tapi aku salah. Mamaku mendengar perkataanku barusan.
“Tidak butuh waktu lama lagi untuk Pangeran Garendra dan
Malaikat Keren datang menjemputmu, persiapkanlah dirimu Sevilen!!”
Ya tuhan aku berharap pai ini aku hanya bermimpi, aku segera
berpegangan erat-erat pada daun pintu, takut tubuhku terpental kemana mana. Aku
merasa angin ini semakin kencang saja, dan sejeret kilatan dengan cahaya api
terpancar keluar dari dalam tanah yang retak. Aku sendiri tidak begitu paham
mengapa tanah ini bisa retak dan mengeluarkan cahaya api yang sangat terasa
panasnya.
Dan…. Aku melihat seorang lelaki dan perempuan keluar dari
sana, yah… dari rongga tanah itu. Oh Tuhan.. apakah mereka orang tua
kandungku?? Apa benar mereka adalah ayah dan ibuku?? Kerensha yang begitu
anggun, dan Garendra yang begitu bengis tapi sepertinya tetap berusaha untuk
terlihat anggun. Tiba-tiba angin behenti begitu saja, asap hitam telah hilang,
dan waktu seperti berhenti. Terlihat burung burung yang beterbangan berhenti
seperti menjadi patung. Yah.. kurasa kehadiran mereka telah menghentikan waktu,
dan hanya aku, mama dan mereka yang tidak terpengaruh dengan kematian waktu
ini.
“Selamat datang di bumi Pangeran Garendra” kata mama sambil
membungkukkan badannya pertanda rasa hormat yang amat sangat. Tapi aku hanya
diam, tidak mengikuti mamaku, karena aku merasa ia tak pantas untuk di hormati,
Garendra seorang iblis yang telah menculik paksa Keren sehingga lahirlah aku. Aku
tidak mau menghormati mereka!!
“Rupanya anakku telah tumbuh dewasa” Ucap Garendra dengan
suara menggelegar dan senyum yang sama sekali tidak terlihat menawan. Aku tidak
menimpali ucapannya, kurasa tidak perlu.
“Putriku…..” kini giliran ibuku Keren yang berbicara,
matanya sendu, dan terlihat sangat anggun dengan balutan gaun ungu tuanya itu.
Aku merasa ia tidak pantas jika harus menikah dengan laki laki iblis ini. Dan
kelahiranku adalah suatu kesalahan. Tiba-tiba suara mamaku memecahkan
lamunanku.
“Sevilen, beri hormat pada kedua orang tuamu”
“Sudahlah Elie, jangan paksa putriku. Apa kau sudah
menceritakan siapa sebenarnya dirinya??”
“Sudah tuan”
“Bagus!! Putriku Sevilen, mari ikut bersama kami kembali ke neraka”
Aku ingin sekali membantah perkataan mereka, tapi lidahku
tercekat. Aku tidak bisa mengeluarkan suara sedikitpun sehingga tanpa ku
sadarari tangan lembut ibuku Keren telah memegang lenganku dan membawaku di
antara ayah Garendra dan dirinya. Aku tetap diam, kakiku bagai terseret oleh
maghnet yang sangat dahsyat, melangkah dengan sendirinya tanpa di beri komando.
Rasanya aku ingin melawan, aku ingin sebuah perlawanan, tapi percuma. Kilat api
dengan sangat cepat membawaku pergi jauh ke neraka. Selamat tinggal bumi, selamat tinggal dunia. Ini adalah saatnya
aku menjadi putri neraka…..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar