Jumat, 27 Februari 2015

Putri Kegelapan

BRAKK!! ... DUARR ... aku melihat di depan mataku langsung kecelakann truk pagi itu yang menewaskan 3 orang di tempat. mereka adalah pengendara truk yg bermuatan tangki besar. Jantungku berdegup kencang, badanku membeku, dan keringat dingin membasahi tengkuk ku. Baru kali ini aku melihat langsung adegan kecelakaan maut seperti ini, Jaraknya memang tidak begitu jauh dariku. Untung saja mamaku tadi langsung menyeretku menjauh ketika melihat akan ada bahaya yg menghampiriku dari ledakan truk itu. aku segera mundur tapi mataku tetap terpaku pada mayat-mayat berlumur darah yang ada di hadapanku. tak ada orang yg berani mendekat selama beberapa saat hingga akhirnya sebuah suara memecahkan keheningan pagi itu , "Kita harus menolong mereka!!" suara lantang seorang lelaki paruh baya dengan jari telunjuk tepat menunjuk pada mayat mayat penuh darah itu. Tapi tak ada 1 orang pun yang menyahut, apalagi menolong. siapa yg mau bergelut dengan kobaran api dalam keadaan seperti ini ?? aku sendiripun enggan, kecuali orang yg tidak sayang pada nyawanya sendiri. Lelaki paruh baya itupun diam kembali, mungkin ia urungkan niatnya tadi sambil menunggu pemadam kebakaran datang. Suara desas desus masyarakat pun kian membabi buta, ini lah saat-saat yg aku benci. Membicarakan orang yang sudah meninggal!! Karena jika aku ikut membicarakannya, aku selalu merasa mereka kian mengawasiku. Bahkan tadi aku sempat melihat nyawa-nyawa itu terangkat keatas dengan wajah sedih dan penuh penyesalan. Iyahh ... nyawa nyawa korban kecelakaan itu. Entah sejak kapan aku memiliki kemampuan seperti ini, yang aku tau dulu sewaktu kecil aku tidak pernah merasa bisa melihat arwah orang yg telah mati. Bahkan sekarang aku juga bisa melihat qorin dan kodam yang mengikuti mereka. ahh kadang aku lelah selalu merasa di perhatikan.
Beberapa menit kemudian pemadam kebakaranpun datang dan habis melahap api dengan air nya. sepertinya aku ingin muntah melihat darah yang bercecer dicampur dengan air sehingga menghasilkan warna merah yang encer dan bau amis yang menyengat. lebih baik aku pergi saja. aku meninggalkan tempat itu bersama mamaku dan pulang ke rumah dengan mual mual luar biasa.
===============
"kasian ya orang tadi langsung mati di tempat" ucap mamaku.
"sebenarnya mereka tidak langsung mati, ma. selang beberapa menit kemudian nyawa mereka baru melayang" jelasku.
"haha tau darimana kamu Sevilen??" mamaku mengejek tidak percaya. tapi aku tidak diam. aku melakukan perlawanan,
"aku melihatnya sendiri malaikat kematian telah melayangkan nyawa mereka".
sayangnya mamaku masih tidak percaya dan terus tertawa hingga beberapa detik kemudian ia terdiam dan bertanya padaku dengan sorot mata menyelidik, "sejak kapan kamu memiliki keahlian bisa melihat malaikat kematian??" dan aku hanya bisa menjawab, "aku tak tau" hening ....... aku penasaran mengapa mamaku bertanya seperti itu, apa mamaku tau sesuatu ??
===============
Hari ini mama sengaja mengajakku pergi melayat temannya yg sudah meninggal katanya mama ingin tau apa arwah temannya itu masih berkeliaran d rumahnya atau sudah benar benar pergi. dan aku meng-iyakannya saja, toh aku juga sudah terbiasa dg kehadiran arwah.
"apa dari luar sini sudah kelihatan ?? " Tanya mama setengah berbisik.
"belum mah. tapi ... " setelah ku langkahkan kakiku aku mencium bau busuk, sangat busuk.
"cihh bau apa ini?? busuk kali. rasanya aku ingin muntahh"
"huss jg muntah disini.. hormati yg mati. ayo kita masuk"
"ya tuhann ..... "
"ada apa lagi ?? "
"ma wajah arwah itu sangat buruk, wajahnya membusuk dengan darah dan nanah, cihh baunya sungguh tak sedap. aku sudah tidak kuat lagi ma, aku tunggu di luar saja" aku tidak menunggu jawaban dari mama karena sudah tidak tahan lagi dan langsung keluar begitu saja. 20 menit telah berlalu, mama sudah keluar dari rumah itu. Tapi sekarang mama tidak bicara apa apa lagi dan langsung mengajakku pulang begitu saja.akupun tidak menaruh curiga apa apa pada mama. Toh mama juga tidak melakukan hal yang membuatku curiga pagi ini.
===================
"kamu benar benar tidak tau kapan pertama kali kamu bisa melihat arwah??" mama bertanya padaku dengan dingin setelah kami sampai rumah.
"tidak" jawabku seadanya.
"kegelapan telah kembali" kata mama datar, tapi aku masih terlalu tidak mengerti dengan ucapan mama barusan "maksud mama ??"
"ah tidak apa apa. Lupakan!!" mama tersenyum hambar.
"ma katakan padaku apa yg sedang mama sembunyikan??"
"tidak ada, sudah jangan bertanya lagi"
"aku ini sudah dewasa ma!! Aku berhak tau apa yang mama sembunyikan dariku" aku mulai ngotot karena sepertinya mama masih berusaha untuk menyembunyikan sesuatu, entah apa itu. Anehnya mama tidak langsung menjawab pertanyaanku dan malah balik bertanya.
"apa kamu sudah cukup dewasa untuk mendengarkan siapa dirimu sebenarnya ??" mama membentak kasar. Aku terkaget, baru kali ini mama membentakku. Mama kini bukan mama seperti biasanya, mama yang aku kenal adalah mama yang lembut dan perkatannya selalu halus.
"siapa diriku sebenarnya?? A...apa maksud mama ?? "
“Baiklah jika kamu memaksa, mungkin ini adalah saat yang tepat untuk memberitahu siapa dirimu sebenarnya Sevilen Zavara. Sebenarnya … sebenarnya kau adalah keturunan dari iblis lingkaran ketiga……keturunan dari Lucifer penguasa tertinggi penghuni neraka”
Apa ?? Aku tercengang, kaget dan hampir tidak percaya dengan apa yang aku dengar barusan. Ibliss?? Lucifer ?? Tidak itu tidak mungkin. Sayangnya saat ini bibirku benar-benar kaku sehingga tak mampu untuk berbicara sepatah katapun. Aku hanya sedikit menggerakkan bibirku membentuk huruf O, yah.. layaknya orang kaget pada umumnya.
“Kamu tidak perlu kaget Sevilen, dan tidak perlu bertanya Tanya apa yang kau dengar barusan benar atau salah!! karena mama kira telingamu masih cukup baik untuk mendengar ucapan mama barusan »
Mama seperi menudingku begitu saja. Aku mulai merasa ketakutan dengan setiap kata yang keluar dari bibir mama. Sesungguhnya aku belum sepenuhnya mengerti dengan perkataan mama.
« Mana mungkin aku keturunan iblis sedangkan mama seorang manusia ?? » tanyaku dalam hati. Tapi kemudian mama melanjutkan ucapannya lagi hingga membuyarkan lamunanku
» Dan berhenti berpura-pura tidak menerima kenyataan ini Sevilen. kamu adalah keturunan dari iblis lingkaran ketiga !! Kau tau ? sebenarnya di dunia ini ada 9 lingkarang iblis, dan penguasa lingkaran ketiga itu adalah ….. Garendra, atau nama sucinya adalah Arakiel. Ayahmu”.
Baru kali ini aku bisa mengeluarkan suaraku “aku tidak tau harus percaya atau tidak, ini terlalu tidak masuk akal dan mengada-ngada. Sesosok iblis memiliki anak seorang manusia?. Dan jika aku keturunan iblis mengapa aku tinggal di bumi bersama mama yang juga seorang manusia” tanpa terasa ada sesuatu yang keluar dari kedua sudut mataku, dan kini telah jatuh di pipiku. Yah.. aku menangis. Tidak bisa terima atas apa yang telah di tuduhkan oleh mama. Dengan perasaan enggan akhirnya mama mau menceritakan secara detail tentang perwujudanku.
“Dulu….. ada seorang malaikat surga yang melakukan suatu kesalahan, ia bernama Sevilen Key Kerensha. Para malaikat memanggilnya keren, wanita itu adalah penghulu malaikat surga. Salah satu dari saudara Gabriel”, sampai disini mama tidak meneruskan ceritanya ia diam beberapa saat untuk menarik nafas yang dalam. Akupun tak berani berbicara apa-apa kecuali hanya menunggu mama melanjutkan ceritanya kembali sambil ku tatap matanya baik-baik, alih alih ia berbohong atau hanya memberiku kejutan di hari helloween yang tinggal beberapa hari lagi.
“kau tau siapa Malaikat Gabriel, Sevilen??”
“Malaikat Gabriel?? Iyah aku tau. Bukankah dia adalah malaikat yang membawa wahyu kepada Bunda Maria bahwa ia akan memiliki seorang anak yaitu Yesus??”
“Benar sekali Sevilen, dan Gabriel adalah salah satu saudara dari Keren”
“Keren itu siapa??”
“Sevilen. Keren itu…. Keren itu adalah ibumu!! Suatu malam saat Keren ibumu di tugaskan untuk membumi hanguskan kegelapan di bumi, ia telah berhasil di kelabuhi oleh Garendra. Seorang ibliss neraka dari lingkaran ke 3 diseluruh jagad raya ini. Ibumu dibawa ke neraka dan di paksa untuk menikah dengannya……”
Lagi-lagi mama terdiam seperti terlalu berat untuk menceritakan semunya, aku semakin penasaran dengan cerita mama meski hatiku sangat sakit menerima kenyataan yang bahkan aku sendiri tak mempercayainya. Beberapa saat kutunggu mama tak kunjung bicara lagi, akhirnya aku mulai balik bertanya.
“Ma, jika Keren adalah malaikat surga, mengapa ia tak bisa memberontak dan melapor ke surga bahwa neraka telah melakukan kecurangan dengan menculik salah satu malaikatnya??”
“Kamu tidak mengerti Sevilen!!” mama membentakku lagi yang membuatku kaget, tapi kemudian ia meneruskan ceritanya. “Keren itu berbeda. Dia malaikat yang lebih menyerupai manusia dari pada malaikat-malaikat yang lain. Dia tidak sekuat saudara saudaranya hingga Garendra berhasil mencurinya ketika ia lengah dengan dirinya sendiri. Ini adalah suatu kesalahan besar, seorang penghulu malaikat surga menikah dengan seorang Iblis lingkaran ketiga yang kejam di neraka, bahkan Lucifer sendiri yang telah menikahkan Keren dan Garendra. Hingga suatu hari Keren hamil mengandung kau Sevilen. Tidak pernah ada cinta di hatinya kecuali hanya sebuah kebencian, hingga tiba saatnya kau terlahir di neraka. Tapi iblis menolak kelahiranmu, iblis menolak kelahiran bayi seorang malaikat meski ia telah dinikahi oleh iblis neraka sendiri. Itu adalah alasan terkuat mengapa kau di buang ke Bumi”
“Apa?? Aku di buang?? Apa tidak cukup membuatku menderita dengan kelahiranku di tengah tengah neraka?? Padahal sebenarnya aku adalah putri malaikat” aku mulai marah dan tidak bisa mnegontrol emosiku. Aku muak dengan cerita ini aku muakk!!
“Tenang Sevilen, tenang.. jika kamu tetap tinggal di neraka mungkin kamu tidak akan pernah selamat sedangkan surga sendri tidak menerima iblis untuk masuk kesana. Kau ini bukan malaikat, juga bukan iblis. Dan kau tidak bisa di golongkan dengan manusia”
Aku hanya diam, dan berbisik “Aku bukan Iblis…”
“Memang, tapi kau adalah keturunan Iblis, dan sekarang adalah saatnya”
“Saatnya?? Saatnya untuk apalagi ma?? Apa ada hal yang lebih buruk dari mengetahui bahwa aku adalah keturunan Iblis??”
“Saatnya kegelapan mengambilmu kembali, Lucifer pernah meminta pada Garendra jika suatu petunjuk neraka telah tumbuh dalam dirimu tanpa kau sadari, itulah saatnya kegelapan mengambilmu kembali. Dan tidak akan lama lagi mantan malaikat surga itu akan kembali ke dunia untuk menjemputmu ke neraka. Dan petunjuk itu telah terlihat dalam dirimu, kamu bisa melihat malaikat kematian menjemput arwah arwah yang tepat”
“Sebentar, mantan malaikat surga? Maksudnya??”
“oh.. aku melupakan sesuatu, Garendra ayahmu, dulunya adalah seorang malaikat surga. Namanya dulu adalah Arakiel, tapi karena dia telah berani membangkang perintah surga, sama seperti Lucifer dulu. Akhirnya surga pun enggan menerimanya kembali dan melempar Garendra ke neraka. Penghulu malakat Michael sendiri yang telah melemparnya”
“Aku tidak mau ke neraka. Aku tidak mau, katakan bahwa semua itu adalah kebohongan yang besar”
“Tidak Sevilen, tidak ada kebohongan disini”
“Lalu mengapa kau disini sebagai mamaku??”
“Aku….. sebenarnya aku adalah pemuja sekte aliran sesat yang di tugaskan langsung oleh kegelapan untuk menjagamu, tugasku untuk menghasut dan membunuh manusia telah usia dan digantikan dengan merawat dan menjagamu sebagai anakku”
“Apah??  Pemuja sekte sesat?? Maksudmu, bersukutu dengan iblis??” rasanya aku tidak mampu lagi untuk berbicara, isak tangis ini semakin kencang. Tapi aku tetap berusaha untuk melanjutkan kalimatku. Aku ingin mengetahui semuanya.. yah semuanya tentang diriku dan tentang siapa mamaku ini sebenarnya!!
“Jadi….mama adalah iblis!! sama seperti mereka !!” aku bergumam pelan, tapi sayangnya mama mendengar ucapanku sehingga membuatnya tampak marah.
“tutup mulutmu Sevilen, aku bukan Iblis. Aku hanya pemuja iblis”
“lalu apa bedanya kau dengan iblis?? Kau telah menyembunyikan kebenaran ini selama belasan tahun dariku”
“Sevilen, seharusnya kau senang karena kau akan bertemu dengan orang tua kandungmu sebentar lagi, Kerensha dan Garendra. Mereka telah menunggumu untuk kembali ke neraka hahahaha”
Tawa itu… tawa itu seperti mengejekku, mama yang dulu aku kenal sangat ramah, baik, dan sayang padaku ternyata tidak lebih dari kawanan iblis yang sesat. Mamaku yang selama ini ku puja ternyata seorang manusia yang keji. Aku tau waktuku di bumi ini mungkin tidak akan lama lagi, pasti aku akan segera di jemput untuk kembali ke neraka. Lalu apa yang harus aku lakukan?? Bahkan untuk membayangkan rupa neraka saja aku tak berani. Pasti banyak manusia manusia menjijikkan dengan segala hukumannya disana. Entahlah.. aku capek, aku merasa dadaku sangat sesak, dan pandanganku mengabur. Gelap…
==================
Pagi ini aku tidak melihat mama di rumah semenjak aku terbangun dengan kondisi mata yang masih sembab, mungkin setelah aku mengetahui semuanya ia merasa sudah tidak punya tanggung jawab lagi untuk memasakkan aku lalu pergi begitu saja. Oh Shit !!
“Hmm.. sepertinya aku harus masak sendiri pagi ini, meski sesungguhnya perut ku tidak begitu lapar” aku mengoceh sendiri.
Tapi sebelum aku mengambil alat memasak, mama datang dengan membawa junk food.
“makan ini saja, tidak perlu masak. Aku juga sudah malas masak” ucap mama sambil menyodorkan makanan siap saji padaku, Aku tidak banyak berbicara dan langsung mengambil makanan dan minuman yang dibawa oleh mama dan segera berlalu dari situ.
“Tunggu!!” panggil mama, yang membuatku langkahku berhenti dan menoleh kebelakang.
“Tadi pagi sebelum kau terbangun, aku melihat tanda tanda itu….”
Tanda tanda?? Ah pasti tanda tanda kegelapan itu, aku hanya diam saja. Sengaja memberi mama waktu untuk melanjutkan ucapannya.
“Tanda tanda datangnya kegelapan, asap hitam mengepul di sekitar rumah ini dan…. Ada sedikit bekas terbakar di tembok luar kamarmu”
Aku tetap diam dan berlalu begitu saja, malas untuk mendengarkan cerita yang tidak begitu menarik. Karena aku sendiri juga sudah tau pasti aku akan segera dibawa ke neraka.
Hari ini aku sengaja hanya membaringkan badan di atas kasur, berharap fikiranku sedikit lebih tenang setelah aku mengetahui jati diriku sebenarnya, aku kira penglihatanku yang begitu peka dengan arwah arwah itu tidak membawa masalah yang sebesar ini. Ternyata aku salah, justru ini adalah masalah besar. Aku… keturunan iblis dari lingkaran ke tiga. Oh kalimat itu masih terus terngiang di kepalaku.
===================
Wussshhh…Wushh…… ctarrr….
“Ada apa ini” aku segera berlari keluar rumah melihat sekelilingku apa yang telah terjadi. Aku merasa ada angin begitu kencang, sangat kencang berhembus kea rah rumahku. Bahkan angin ini bisa disebut dahsyat serta bunyi petir bersahutan. Ada apa ini Tuhan?? Mengapa asap hitam mengepul di depan rumahku?? Dan…. Mana mama?? Tak lama kemudian mama muncul dibalik punggungku dengan senyum begitu tenangny. Ada apa ini?? mengapa mama bisa setenang itu dalam keadaan seperti ini??
“Kegelapan telah datang, kekuatannya begitu dahsyat. Berpeganglah Sevilen kalau kau tidak mau terpental kemana-mana”
“Apa secepat itu??” kataku lirih, bahkan nyaris tak terdengar, tapi aku salah. Mamaku mendengar perkataanku barusan.
“Tidak butuh waktu lama lagi untuk Pangeran Garendra dan Malaikat Keren datang menjemputmu, persiapkanlah dirimu Sevilen!!”
Ya tuhan aku berharap pai ini aku hanya bermimpi, aku segera berpegangan erat-erat pada daun pintu, takut tubuhku terpental kemana mana. Aku merasa angin ini semakin kencang saja, dan sejeret kilatan dengan cahaya api terpancar keluar dari dalam tanah yang retak. Aku sendiri tidak begitu paham mengapa tanah ini bisa retak dan mengeluarkan cahaya api yang sangat terasa panasnya.
Dan…. Aku melihat seorang lelaki dan perempuan keluar dari sana, yah… dari rongga tanah itu. Oh Tuhan.. apakah mereka orang tua kandungku?? Apa benar mereka adalah ayah dan ibuku?? Kerensha yang begitu anggun, dan Garendra yang begitu bengis tapi sepertinya tetap berusaha untuk terlihat anggun. Tiba-tiba angin behenti begitu saja, asap hitam telah hilang, dan waktu seperti berhenti. Terlihat burung burung yang beterbangan berhenti seperti menjadi patung. Yah.. kurasa kehadiran mereka telah menghentikan waktu, dan hanya aku, mama dan mereka yang tidak terpengaruh dengan kematian waktu ini.
“Selamat datang di bumi Pangeran Garendra” kata mama sambil membungkukkan badannya pertanda rasa hormat yang amat sangat. Tapi aku hanya diam, tidak mengikuti mamaku, karena aku merasa ia tak pantas untuk di hormati, Garendra seorang iblis yang telah menculik paksa Keren sehingga lahirlah aku. Aku tidak mau menghormati mereka!!
“Rupanya anakku telah tumbuh dewasa” Ucap Garendra dengan suara menggelegar dan senyum yang sama sekali tidak terlihat menawan. Aku tidak menimpali ucapannya, kurasa tidak perlu.
“Putriku…..” kini giliran ibuku Keren yang berbicara, matanya sendu, dan terlihat sangat anggun dengan balutan gaun ungu tuanya itu. Aku merasa ia tidak pantas jika harus menikah dengan laki laki iblis ini. Dan kelahiranku adalah suatu kesalahan. Tiba-tiba suara mamaku memecahkan lamunanku.
“Sevilen, beri hormat pada kedua orang tuamu”
“Sudahlah Elie, jangan paksa putriku. Apa kau sudah menceritakan siapa sebenarnya dirinya??”
“Sudah tuan”
“Bagus!! Putriku Sevilen, mari ikut bersama kami kembali ke neraka”
Aku ingin sekali membantah perkataan mereka, tapi lidahku tercekat. Aku tidak bisa mengeluarkan suara sedikitpun sehingga tanpa ku sadarari tangan lembut ibuku Keren telah memegang lenganku dan membawaku di antara ayah Garendra dan dirinya. Aku tetap diam, kakiku bagai terseret oleh maghnet yang sangat dahsyat, melangkah dengan sendirinya tanpa di beri komando. Rasanya aku ingin melawan, aku ingin sebuah perlawanan, tapi percuma. Kilat api dengan sangat cepat membawaku pergi jauh ke neraka. Selamat tinggal bumi, selamat tinggal dunia. Ini adalah saatnya aku menjadi putri neraka…..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar