Rabu, 25 Februari 2015

Kelabu Taqdirku



Setelah sekian lama gue mengarungi hidup gue yang penuh dengan lika dan liku layaknya orang hidup pada umumnya, membaca sekian banyak buku sebagaimana lazimnya orang hobby membaca. Gue semakin paham dan mengerti betapa tragisnya hidup ini. Dan sepertinya prosentase kebahagiaan dan kesedihan gue dalam hidup tidak seimbang. Sangat tidak seimbang!! Setelah gue hitung dengan kalkulator penghitung kalkulasi hidup seseorang, gue baru menyadari betapa banyak pengalaman tidak menyenangkan dalam hidup gue dibandingkan dengan pengalaman yang menyenangkan. Tapi  justru yang tidak menyenangkan itulah yang terlihat lebih menarik untuk diceritakan, karena yang gue percaya dari pengalaman tidak menyenangkan itulah kita bisa belajar untuk lebih dewasa. Dan mungkin ini juga akan menjadi pelajaran buat orang lain yang membacanya.
Gue selalu merasa bahwa taqdir hidup gue gak pernah baik, padahal gue yakin tidak semua taqdir itu bersifat buruk. Cuma feel gue aja yang sok tau.
Pertama gue mau mulai dari taqdir hidup tidak menyenangkan saat gue masih MI. Sekolah MI itu sebenarnya setara dengan tingkat SD, hanya saja MI itu Madrasah. Waktu dimana gue punya 4 orang sahabat dan semuanya adalah cewek, gue tidak terlalu perhatian dengan persahabatan kita bahkan  gue gak tau kalau mereka bertiga sudah membuat nama untuk persahabatan kita ini, gue baru tau saat gue MTs. Atau setara dengan SMP. Namanya juga lucu banget, kalau gak salah namanya adalah geng merah delima atau apa gitu gue agak lupa juga soalnya. Gue tau nama ini aja dari temen MTs. Gue. Hehe. Waktu itu tidak banyak hal yang kita lakukan diluar jam sekolah dan jam mengaji, dulu di desa gue ada sebuah TPQ gitu buat anak anak kampung ngaji. Nah kita hanya kumpul-kumpul saat jam waktu sekolah isirahat atau pas gak ada gurunya. Seringnya sih pas gak ada gurunya, maklumlah sekolah didesa ada hajatan di tetangga aja pasti  gurunya langsung gak ada disekolah dan lebih memilih untuk datang ke hajatan itu. Balik lagi ke kumpulan geng gue tadi yang sebenernya kalau gue pikir pikir itu bukan kumpulan geng melainkan perkumpulan anak anak kampung saat kami merasa malas untuk bersekolah. Yang kita lakukan hanya nongkrong dibawah pohon sambil memandang ke arah sungai karena kebetulan sekolah gue waktu itu berhadapan dengan sungai. Kita membahas hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting, seperti sinetron yang kami tonton semalam. Kita akan terus membahas sinetron itu dari awal hingga akhir dengan semangat yang menggebu-nggebu seolah olah hanya gue atau salah satu di antara mereka saja yang menonton, padahal kita semua tau semalam kita semua telah menontonnya dan sudah pasti mereka juga sudah tau tentang jalan cerita sinetron semalam tanpa harus diceritakan ulang. Tapi entah mengapa itu adalah hal yang menjadi rutinitas wajib kita kala itu, termasuk gue pribadi, gue sangat menyukai bagian cerita-cerita. Setiap hari begitu terus aktifitas kita sampek monas pindah ke singapura.
Hingga pada suatu hari gue merasa terasingkan, gue merasa mereka tak lagi menyukai gue apalagi membutuhkan gue. Memang kala itu gue adalah sahabat yang paling gak ngerti apa apa di antara mereka. atau bisa disebut kolot. Bahkan saat salah satu sahabat gue itu cerita dia sedang menstruasi, dengan polosnya gue bertanya balik menstruasi itu apa?? Ini sungguh menjijikkan, seorang anak kelas 5 SD tidak tau apa itu menstruasi, dan dengan sabar sahabat gue yang lain menceritakan apa itu menstruasi. Tapi dewasa ini gue baru sadar kalau ternyata pernyataan sahabat gue tentang menstruasi waktu itu sangat aneh. Dia bilang mestruasi adalah proses dimana tiba-tiba di CD kita keluar darah. CD keluar darah?? Mengerikan bukan ?? Ternyata CD bisa mengeluarkan darah !! Padahal seharusnya penjelasannya tidak seperti itu bukan?? Iykwim.
Okeh kembali lagi ke pembahasan awal, waktu itu gue merasa terasingkan dan gue sendiripun tidak tau apa penyebabnya. Setiap kita lagi ngumpul-ngumpul dan gue baru aja datang, mereka langsung diam seribu bahasa. Yang tadinya gue lihat dari kejauhan mereka sedang asyik ngobrol pas gue deketin mereka langsung diam. Entah karena mulut gue yang ember atau gimana?? Oh no!! enggakk!! Ini bukan karena mulut gue yang ember karena waktu itu gue masih tergolong pendiam. Gue merasa sudah tidak nyaman lagi dengan mereka, hingga saat bel pulang berdering gue nyamperin salah satu sahabat gue yang kebetulan satu kelas sama gue, karena yang dua lagi adalah kakak kelas. Dengan polosnya gue bertanya, “eh mbak, kenapa sih kok sekarang mereka jadi diem gitu sama aku?? Sebenarnya aku salah apa sih??” dan kalimat sederhana itulah yang akhirnya membuat gue paham bahwa gue memang benar benar tidak normal. Oh tidak!! Sepertinya kata kata terakhir gue tadi salah ketik. Dan dengan muka polosnya juga sahabat gue tadi menjawab, “kita sengaja menjauhi kamu karena kamu tidak pernah cerita kalau kamu suka sama cowok”. What?? Hanya gara-gara gue gak pernah cerita kalau gue suka sama cowok trus gue harus di asingkan begitu?? Oh Tuhan salah apa hamba?? #ah sepertinya itu terlalu alay.
Okeh, seperti lazimnya anak-anak desa pada umumnya, jika mereka bergermbol dengan teman temannya atau mereka memiliki teman dekat, mereka harus mau menceritakan siapa gebetan mereka atau bahasa lainnya siapa orang yang lo suka. Dan sayangnya gue gak pernah menyadari hal ini, gue terlalu kekanak-kanakan waktu itu dan berfikir mungkin menceritakan sinetron semalam sudah cukup menjadi perbincangan dalam sebuah perkumpulan anak desa dengan muka-muka polosnya. Dan setelah gue mendengar jawaban dari sahabat gue tadi, gue langsung celingukan nyari cowok yang pas untuk gue sukain, sayangnya waktu itu gue sama sekali gak menemukan sasarannya. Bagaimana bisa ketemu?? Gue aja gak ngerti apa itu cinta?? Akhirnya gue meminta bantuan sama sahabat gue. “Mbak, bantuin aku dong. Cariin orang yang pantas aku suka. Abis itu bilangin ya ke Ara dan Elysa (nama sahabat gue yang lain) kalau aku suka sama cowok itu, biar mereka care lagi sama aku”, dan dengan entengnya si Navia bilang, “Oke, gimana kalau kamu suka sama Ares aja”, “yaudah gakpapa, yang mbak Navi suka aja” jawab gue. Disinilah letak kebloonan gue, mencari cowok saja mintak dicariin dan sesuai feel orang. Karena sejujurnya si Ares itu hanya sebatas namanya aja yang gue pakek biar gue dibolehin ikut kumpul-kumpul lagi.
            Dan memang benar, esoknya saat Navia sudah bilang ke Ara dan Elysa, mereka jadi mau temenan sama gue lagi. Perkumpulan kita pagi itu dimulai dengan cerita Elysa yang ternyata sudah punya pacar yaitu teman sekelasnya sendiri. Dan kepolosan atau lebih tepatnya kebloonan gue kambuh lagi, “emangnya orang pacaran itu ngapain aja sih mbak ?? ” tanya gue ke mbak Elysa, tapi sayangnya mbak Elysa dan kedua sahabat gue yang lain enggan menjawabnya. Mungkin mereka terlalu frustasi mendengar pertanyaan pertanyaan bloon gue yang gak ngerty apa apa soal cinta.
            Oke, beralih ketika gue MTs. Atau setara dengan SMP. Gue ngerasa hidup gue lebih baik, cerita-cerita baru mengiringi perjalanan hidup gue yang waktu itu masih menyandang status cewek tomboy. Lebih tepatnya Tomboy Unyu ckckckck… iyah unyu soalnya gue orangnya kecil (gue gak mau dibilang pendek). Waktu itu gue punya geng baru terlepas dari geng samasa Mi gue. Waktu MTs. Geng gue beda lagi, namanya Kurcaci. Kenapa kita makek nama kurcaci ?? soalnya waktu itu kita pendek-pendek. Sayangnya saat mereka mulai tumbuh tinggi, gue tetep aja masih pendek :(
Oke kembali ke cerita geng Kurcaci gue, jadi sebenernya Cuma ada 3 personil doang. Gue, Devi, Sarah, dan Andin. Eh bentar .. Andin masih anggota magang kala itu. Rutinitas yang kita lakuin setiap hari adalah menjiplak lagu lagu pop dan diganti lirik sesuai dengan selera kita sendiri, nyanyi bareng di kelas, gembor-gembor gak jelas gitu. Sampek semua guru pada apal kalo kita, geng kurcaci paling suka bikin rame kelas. Eh tunggu dulu, kita gak selalu kisruh kok. Pernah waktu ujian kita bertiga (terkecuali Andin, soalnya Andin masih anggota magang) punya rencana baguss. Jadi kita belajarnya di bagi, kalo dalam 1 hari ada 3 mata pelajaran yang di ujikan maka setiap orang dari kita harus belajar 1 buku aja, dan karena Tuhan sayang binggo sama kita Alhamdulillahnya bangku ujian kita gak pernah jauh. Sukses deh contek contekannya hahahaha.
Senengnya lagi rencana kita berhasil 100%, waktu pengambilan Raport si Sarah berhasil dapat juara 1, gue juara 2, dan Devi di posisi juara 3. Lala yeyeye …. Jingkrak-jingkrak goyang goyang deh. Nice idea, tapi gue harap jangan lo contoh!! Karena sialnya di semester semester berikutnya kita gak bisa lagi kerjasama dan akhirnya nilai gue JEBLOKK!! Dari rangking 2 jadi rangking 5 :( NJirr…. Sakitnya tuh disini boss!!
            Itu soal pelajannya, belom lagi soal ekskulnya. Gue adalah salah satu dari anggota teater. Cieeeh keren kan?? Anggotanya acting gitu :D
Tapi ngenessnya gue juga sebenernya disini, waktu itu sekolah gue lagi ngadain pementasan teater gitu, yang di undang juga anggota teater sahabat sekolah gue. Kebayang kan lo orangnya banyak gitu. Gue udah semangat banget waktu itu, gak taunya gue Cuma jadi peran pembantu :( pembantunya pake banget loh. Jadi ceritanya waktu itu pas ana kanak lagi asik belajar teater gue Cuma diem aja gak tau gue jadi apa, tapi gue masik PD dengan terus aktif dateng ke pembelajaran hingga tiba saatnya guru gue memberikan kabar yang sangat mengeneskan buat gue, peran gue waktu itu cuma jadi pemegang bendera yang datang pada akhir pementasan. Jadi waktu saat acara berakhir tiba tiba dari belakang penonton muncul gue dan ke-3 temen gue membawa bendera untuk di tutupkan ke muka pahlawan yang mati abis itu selesai. Kebayang kan lo gimana ngenesnya gue ??? :( dan itu berlanjut sampek berkali-kali, gue selalu menjadi peran pembantu yang dateng di akhir acara.
Tapi alhamdulillahnya di penghujung tahun gue (tahunnya kelas 3) gue dapat peran yang bgue impi-impiin. Yap pemeran utama hahha seneng banget gue, waktu itu acaranya musikalisasi puisi, waktu pemilihan siapa yang bagus untuk bacain puisinya eh gue kepilih. Gak nyangka banget kan !! akhirnya dari 3 tahun cerita konyol gue, gue juga punya sedikit cerita manis yang pantas untuk di ceritain (bukan di banggain).
            Well dari Mi sampek SMA sebenernya ini adalah tingkat ke ngenes-an gue yang paling ngenes. 
Duhh kayaknya tangan gue pegel deh buat ngetik, di lanjut next time yeeeee ....

2 komentar:

  1. Terussssiiiiinnn...gua masih ketagian bacanya..awas klo gak di terusin....aku bawa ke polisi... :D

    BalasHapus
  2. Hahaha iyah bang masih proses. sabar dulu ya :D

    BalasHapus