Pagi
itu setelah terbangun dari mimpi indah aku sengaja tidak langsung mandi, karena dingin. Inilah kebiasaan burukku, takut pada air dipagi hari. Yang ku lakukan hanya membasuh muka dengan air dan menggosok gigi. Usai itu aku
berwudhu dan kembali kekamar untuk menjalankan kewajibanku di pagi hari yaitu
sholat. Saat aku hendak mengambil mukenah di rak, aku di kagetkan dengan sesuatu yang merayap. Aku terkaget setengah
mati, dan spontan langsung menjauh dari mukenah itu. Mataku menatap tajam ke
arahnya, aku tau dia juga menatap tajam kearahku. Tanganku mulai gemetaran dan dengan spontan mengeluarkan bunyi mintak tolong pada adhikku untuk mengambil sesuatu yang bisa di gunakan untuk membunuh monster ini. Aku sudah tidak bisa berfikir jernih lagi, aku tidak perduli meski aku harus melakukan pembunuhan berencana sekalipun, ungkin ini adalah satu-satunya cara supaya dia tidak datang lagi kekamarku.
Aku… akan menjadi pembunuh sementara .. tanpa kuduga tiba tiba ayahku datang ke
kamarku karena teriakanku tadi, lalu ayah menanyakan "apa yang terjadi??"
setelah ku ceritakan kronologis munculnya monster mengerikan itu di kamarku dan mencoba mengganggu kenyamanan ku disini, ayah hanya tersenyum dan berlalu begitu saja meninggalkanku. "Hanya begitu??" pikirku. Oh Shit!! apa yang ada dalam benak ayahku yang dengan sengaja membiarkan anak sulungnya ini berhadapan sendiri dengan monster mengerikan yang saat ini sedang menatapku tajam.
Untunglah
adikku segera datang dengan membawa raket listrik di tangannya. Aku
menyunggingkan senyum sinis pada si moster dan bersiap untuk menaboknya hahaha, tapi jujur aku sangat deg
degan setengah mampuss setelah aku menyadari bahwa sebentar lagi aku akan
menjadi seorang pembunuh dalam konteks pembunuhan berencana bersama adhikku.
Dan …. Plakk!! ‘mampuss kau kecoak’ hahahaha kemudian tawaku dan adhikku
memecahkan keheningan pagi itu. monster kecil bernama kecoa itu gosong dengan
kaki mengangkang ke atas. Hahaha. Lagi lagi aku tertawa terbahak bahak sebelum
kemudian adhikku berkata ‘kau pembunuh kak’ lalu ia berlalu .. aku terdiam
seketika dan lagsung mengambil
mukenah untuk sholat dan berdo'a dengan penuh haru agar arwah kecoa yang kubunuh tadi tenang di alam sana,
karena aku tidak mau arwahnya menjadi penunggu tetap di kamarku tercinta.
Harusx monster kecil itu bukan kecoan eneng ...bagusx monster kecil itu mantan...di tabok sama raket listrik :D...gue birin salam kenal :D
BalasHapusHahaha mungkin next time monsternya bisa di ubah jadi mantan bang :v #LOL
BalasHapus